BUDIDAYA JAMUR MERANG BUMDES PUJA KUSUMA
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa panca warna Krombong berhasil menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat melalui inovasi usaha budidaya jamur tonkos yang berbasis limbah sawit. Usaha ini tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di wilayah desa panca warna.
Jamur Tonkos Sawit: Solusi Usaha Berkelanjutan
Jamur tonkos, sebuah komoditas jamur yang mulai diminati pasar lokal dan regional, dipilih BUMDes Puja kusuma sebagai produk unggulan. Bahan baku utama budidaya jamur ini adalah limbah tandan kosong kelapa sawit yang diolah sebagai media tanam. Dengan metode budidaya yang ramah lingkungan, limbah sawit yang semula kurang dimanfaatkan kini menjadi sumber penghasilan baru bagi warga desa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah sawit bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi apabila diolah dengan tepat,” ujar KETUA BUMDes PUJA KUSUMA, Bapak [ATMO WINOTO]. “Budidaya jamur tonkos ini membuka peluang usaha yang berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan dan ketahanan pangan, sumber dana desa
Dari Pelatihan hingga Panen
Sejak awal program digulirkan, BUMDes PUJA KUSUMA bekerjasama dengan penyuluh pertanian dari dinas terkait untuk memberikan pelatihan teknis budidaya jamur tonkos kepada anggota Bumdes npuja kusuma, dan warga desa. Pelatihan mencakup pengolahan media tanam, teknik inokulasi, pemeliharaan, hingga panen yang baik.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin